Memori Pulau Seribu

pulau-seribu20Pulau yang dulu hanya mendengar dan tidak pernah terpikirkan akan sering mengunjungi Pulau ini. Malah saya merasa sudah menjadi bagian dari Pulau ini. Bukan karena saya lahir, bukan pula karena saya menjadi salah satu warganya. Tapi karena kenangannya.

Pertama pulau ini telah menjadi bagian dari aliran rejeki saya. Dulu. Ya, site saya tempat bekerja ada di Pulau ini. Tepatnya di Pulau Untung Jawa, salah satu bagian dari Kepulauan Seribu. Di Pulau inilah dua buah tongkang minyak sebagai sarana SPBB mengambang, terapung di pinggiran laut hampir merapat ke daratan Pulau.

Pulau Untung Jawa yang berdekatan dengan Pulau Ubi dan Pulau Rambut sangat mudah di Jangkau dan termasuk pulau yang dekat dengan daratan Pulau Jawa. Kami biasanya mengunjungi pulau ini dari  jika berombongan melalui pantai Marina Ancol dengan menggunakan boat. Selain itu bisa menggunakan “ojek” yang berupa kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke. Atau jika ingin lebih dekat nyebrangnya bisa dari Tanjung Pasir.

Dari pelabuhan Tanjug Pasir inilah saya memiliki kenangan yang tidak terlupakan sampai sekarang, dimana malam-malam sekitar pukul 22.00 kami bertiga, Saya, Tigor dan Ari yang baru saja mengalami kecelakaan, harus menyewa sebuah kapal kecil kayu menyebrang menuju Pulau Untung Jawa manakala ombak sedang membesar. Sempat terpikir mungkin umur saya sampai di sini mengingat jika perahu ini terbalik saya pesimis untuk hidup.  Sebabnya ada dua, pertama di laut dan keduanya saya tidak bisa berenang. He he. Namun Alhamdulillah saya selamat sampai di Pulau Untung Jawa.  Andaikan hanya tugas rutin kantor, saya tidak akan seberani dan senekat ini.

Tidak banyak pulau yang pernah saya singgahi. Hanya Pulau Pramuka, dimana kawan saya yang baik dan cerdas tinggal. Dan Pulau Karya, tempat dimana perusahaan kami dulu menyimpan tanki solar dan flow meternya dalam usaha APMS untuk melayani pengisian solar para nelayan di sana.

Tentu saja pulau ini indah dengan laut yang bersih, belum terjamah banyak oleh beragam polusi. Sayang saya tidak memiliki dokumentasi yang lengkap selain hanya tongkang perusahaan kami yang memenuhi memori di komputer ini.

Saya sangat rindu akan pulau ini. Saya mengharapkan kelak dapat mengunjungi kembali pulau yang penuh kenangan yang tidak pernah terlupakan dalam jejak hidup saya. Sekarang saya jauh dari Pulau ini.

Karena saya di Surabaya.

—–

Gambar diambil dari http://anisavitri.wordpress.com.

One thought on “Memori Pulau Seribu

  1. Pingback: Yang Terlupakan Namun Ternyata Jadi Cinta « Leysbook's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s