Manilkara Kauki

200px-Sapodilla_treeKata ini mengingatkan masa lalu saya ketika coba-coba berusaha sendiri, di kota Solo. Diawali dari informasi dari teman yang memberikan info ada sebuah perusahaan yang menampung potongan kayu Sawo. Ya… Manilkara Kauki adalah nama latin dari Sawo tepatnya Sawo kecik. Nama yang sampai saat ini saya suka mendengarnya.

Pohon Sawo yang sudah tidak berbuah kami nampung kayu lantas menjadi potongan-potongan kecil. Potongan yang tidak lazim dalam bidang perkayuan yaitu ukuran potongan 7mm x 12mm x 50mm.

Awalnya kami bersemangat untuk mencari kayu ini karena ternyata di wilayah Solo dan sekitarnya sangat banyak. Bersama kawan kami menelurusi daerah Sragen yang banyak tumbuh pohon Sawo. Tepatnya dulu kami di daerah Gondang. Hanya sebentar kami menjadi penyedia kayu ini mengingata kepindahan kami ke kota Pekalongan dengan mendapatkan proyek yang lebih lumayan.

Saya menemukan banyak potensi perkebunan kayu lagi ketika Bos saya yang baru mengembangkan bisnis ke penyedia Log Kayu Jati (Tektona Grandis) di Ciamis. Akhirnya sebagai sampingan saya mencoba juga memotong kayu Sawo ini lantas saya kirim juga ke Solo.

Kayu Sawo ini saya suka karena keras sekali. Mungkin cocok untuk dibuat furnitur. Akan tetapi tidak cocok untuk bahan bangunan karena ukuran panjang kayu ini sangat jarang yang memiliki kelurusan sampai 2 meter.

Yang sangat disayangkan di daerah Ciamis, pohon sawo yang dahannya sudah tidak berbuah (sudah uzur kali ya…)konon katanya suka langsung ditebang dikirim ke penampung kayu bakar untuk dikirim ke pabrik batu bata atau genteng di Kebumen. Padahal jika dipotong atau dibentuk bisa menjadi nilai tambah sendiri termasuk potongan tadi jika dikirim ke Solo bisa bernilai jutaan rupiah per meter kubiknya. Di sinilah diperlukan sebuah kreatifitas sehingga sekali lagi sesuatu yang kadang dianggap sampah jika kita olah akan  memberikan nilai tambah.

Entah sekarang apa masih menerima atau tidak, mengingat 5 tahun terakhir saya di Jakarta dan sudah tidak berhubungan dengan kayu sawo lagi, tapi kecintaan akan kayu ini masih melekat. Terakhir saya membuat kursi taman dan meja tamu yang dipadukan dengan batok kelapa dari kayu ini dan sudah berumur 7 tahun tidak mengalami kerusakan yang berarti.

Saya dibantu oleh Mas Parmanto di daerah Gulon – Solo Jateng untuk dapat mnsupply kayu ini. Jika ada kawan yang berminat boleh kirim email ke saya, nanti saya kasih info no. Telp pak Parmanto, mengingat saya belum diberi ijin untuk memberikan identitas beliau…

——————

Gambar diambil dari http://upload.wikimapia.org

One thought on “Manilkara Kauki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s